Kata kata baper adalah kata kata yang indah yang bisa membuat lawan jenis terpesona dan klepek klepek


 Kata kata baper


Kata kata baper pertama

Aku mensyukuri engkau apa adanya, tanpa tapi dan kecuali.
***
Aku menyimpannya dalam kata-kata;
sebuah pesan yang hanya bisa kau pahami dengan perasaan.

***

Kulewati malam dengan sederhana,
minum kopi secukupnya,
memandang fotomu selebihnya.

***

Mengingat kembali segala tentangmu,
itu menyenangkan..


***

Ingin sekadar menanyakan kabarmu,
tapi malu.
Takut kau tahu isi hatiku.

***

Katanya cinta itu gila,
tapi kenapa setiap dekat kamu–aku jadi waras?

***

Rindu adalah segala tentangmu yang jatuh cinta pada ingatanku.

***

Satu tambah satu sama dengan kamu
begitulah aku setiap belajar melupakanmu.

***

Pada masing-masing dunia,
ada sebentuk kecil yang berharga dijaga hingga melewati kemampuannya.
Seperti kau misalnya.


***

Di luar, sederes hujan memenuhi jalan-jalan.
Sedang aku masih diam,
sibuk meredam rindu,
yang ingin berteduh kepadamu.

***

Kukabarkan rindu,
membelai sepi semilir memenuhi udara
yang kubawa tenang menujumu,
menuju hadirmu.

***

Kau bukan satu yang kudoakan.
Namun percayalah,
ada banyak harapan-harapanku ingin menjadi satu,
denganmu.

***

Aku insomnia melupakanmu.
Kamu amnesia mengingatku.

***

Selain pecandu kopi, aku juga Puan yang mencintaimu
dengan terlalu.

***

Sejauh-jauhnya jarak dalam perasaan ketika tak saling mendoakan lagi.

***

Kamu terlalu menyenangkan untuk diabaikan

Kata kata baper ke dua




Jika keadaan rindumu sedang buntu.
Cobalah kau baca-baca lagi chat pertama kita dulu.

***

Dengan cinta yang tak berdaya ini,
hatiku sakit tanpa henti.
Hari-hari terus berlalu,
semua yang ku pikirkan hanyalah dirimu.

***

Pelukmu adalah pulang yang kutuju dari kegilaan paling tajam.

***

Malam, jangan buru-buru berganti,
sedihku masih butuh tempat sembunyi.

***

Di sudut rasa bersalah yang kusesali,
aku betul-betul menunggumu kembali.

***

Aku tak berharap kau membalas kasih yang kuberi.
Yang kulakukan hanyalah menjalani takdirku;
mencintaimu!

***

Mau berkelana denganku?
Menelusuri semesta, mencari rupa bahagia atau mencari pulang yang hilang pada waktu kita, berdua.

***

Setiap perjalanan yang kau tempuh tanpa aku,
akan selalu ada doa yang tak pernah putus dariku untuk langkah kakimu.

***

Kau tahu apa yang menyebalkan dari hujan?
Masa lalu tiba-tiba datang dan pipimu menghangat tanpa kau inginkan.

***

Kita mesti belajar kepada kesepian
yang selalu mendengarmu dengan baik.

***

Aku tidak ingin dengar bahagiamu, sebab kau sedang bisa menjadi siapa saja.
Ceritakan luka terparahmu, maka aku akan mengenal dirimu sebenarnya.
Dan kita akan benar-benar berbicara.

***

Pohon yang berdua kita tanam di halaman petang,
kini berbuah penantian ribuan malam.

***


Yang dianggap kediaman memang selalu menyimpan kedamaian.
Kemudian kita mengenal kata ‘pulang’ dan ‘rumah’.

***

Dia adalah doa’ dalam hati ku jadi menyebut namanya merupakan ibadah bagiku.

***

Jatuh cintalah!
Tanpa kekhawatiran,
dan patah hatilah
dengan penuh keberanian.

***

Kalau cinta berbahagialah atau setidaknya: berpura-pura berbahagialah.

*** 

Kata kata baper ke tiga 



Kenangan, telah mengabadikanmu sebagai rindu.
Sedangkan waktu, kini, tak pernah bisa aku lalui,
sendirian.

***

Dipeluk dan ditanya “mau makan apa”
adalah satu dari sekian banyak obat.

***

Kau tidak perlu takut!
Aku memang tak berani berjanji untuk setia.
Namun kuusahakan sebisa mungkin
untuk tidak pernah pergi.

***

Doakan aku dengan sabar.
Kelak, saat mataku tersesat jauh jarak dan tak memberimu kabar,
semoga aku temukan pijar,
membawaku kembali di jalan yang benar.



Tuhan, selamat aku dari segala jenis pria
yang suka membagi hatinya.
Pertemukan aku dengan pria
yang merasa cukup memiliki aku saja.

***

Tibalah satu hari, yang dengan cemas kusebut hari yang kutakuti. Di saat itu, doaku menatap punggungmu menjauh pergi.

***

Aku sengaja membuka jendela ketika hujan tiba. Udara dingin yang merembes ke dalam, seperti hati yang telah berdamai dan memaafkan.

***

Tak ada yang kurasakan selain rindu, padahal bila kuputuskan bertemu, belum tentu bibirku mampu berkata “aku rindu.”

***

Semudah itu kau pergi. Setabah ini aku menanti.

***

Sepagi ini, kehadiranmu kurindui dalam udara dingin yang benar-benar ingin dihangatkan.

***

Memasuki waktu indonesia bagian sedikit rindu, selebihnya resah.

***

Setiap kabar darimu adalah debar. Kelanjutan untuk mencintai, lagi dan lagi.

***

Berdoanya pelan-pelan saja, selama itu doa-doa baik, aminku akan tetap terdengar meski terpisah jarak kilometer berapa pun.

***

Rasanya ingin menonaktifkan semua sosmed dan juga berhenti menghubungimu. Agar kau merasa rindu dan mencari-cari di mana aku.

***

Denganmu, aku mengerti. Bahwa jatuh cinta barangkali sebuah hadiah perasaan yang tak bisa kutebak mengapa alasannya ia ada.

***

Tak jelas mengapa kepalaku menerawang mencari keberadaanmu di dalamnya.
Hati sudah seperti pagi; terlampau sunyi untuk mengingatmu sekali lagi.
Barangkali sudah tak ada rasa, dan kurasa tak mengapa.

***

Kau boleh pergi, tapi sebelum itu tolong, ajari aku untuk memperbarui jatuh cinta ini.

***

Dan aku membencimu hingga tidak bisa mencintai yang lain


Kata kata baper ke empat




Kirain ada yang kangen. Ehehe.

***

“Dengan luka kau jadi aku, aku jadi kau.”

***

Ada banyak sekali cinta di matamu, tapi tak ada satupun yang jatuh untukku.

***

Jangan takut dia hilang lalu menganggapmu bukan apa-apa. Sebab, yang semestinya lebih pas untuk kita pasti datang pada masanya.

***

Banyak sekali keajaiban yang telah Tuhan berikan, dan aku, manusia tak tahu malu, masih saja membanding-bandingkan.

***

Semoga kita ingat, memori di hati lebih berharga daripada selfie. — ayu utami.

***

Aku menulis
dan kau tak suka membaca.

***

Barangkali kau adalah rumah yang lain yang memberi teduh setelah pelukan ibu.

***

Jatuh cinta ini, seperti bahasa asing, ingin kukatakan padamu tapi aku tak bisa mengucapkannya.

***

Kepalaku hanya punya waktu sebentar untuk tidur. Selebihnya menjadi pintu yang terbuka untukmu.

***

Aku selalu payah dalam hal merelakan maka aku selalu berjuang agar diantara kita jangan pernah ada perpisahan.

***

Aku tidak bisa membencimu, sekeras apapun kau menyakitiku.

***

Kau tidak jauh, hanya saja kita tidak berada di waktu yang sama saat jatuh cinta.

***

Rasanya hangat sekali, saat tahu bahwa kita memang sedang begitu dicintai.

***

Mari bersama, menua. Agar tidak ada kita yang tidak bahagia.

***



Nyala matamu hempaskan sepi di ujung malam, desir angin langitkan doa dengan barisan aksara. Aku hanya jalani takdir darinya.

***

Setelah hari ini, kita akan mengingat desember; sebagai hati yang patah dan hujan tanpa nama — yang tak menghapus apa-apa.

***

Ketika tahun baru yang meriah, aku memperjuangkan satu cinta untuk tetap aku jaga. Meski raga kita tak mungkin lagi dapat berjumpa

***

Kata kata baper ke lima





Aku mencintaimu tidak jatuh begitu saja. Mencintaimu harus kurencanakan sebuah bahagia.

***

Denganmu, cinta adalah perjalanan panjang yang dekat. Sejauh-jauh aku pergi, hanya kepadamulah tempatku kembali.

***

Bahkan meskipun hujan telah mampu mengguyur kota ini, menghilangkan rasa panas dan keringat yang menempel ia tak mampu menghilangkan rasa rindu ini untukmu.

***

Sekali waktu bila kau ingin menjengukku, berjalanlah ke ingatanku saja, sebab pintu hati terlanjur kukunci untukmu.

***

Matamu matahari, tak terbenam seharian. Saat gelap, menetes cahaya lewat jendela; celah di ingatanku yang tak bisa kututup.

***

Tak ada rahasia yang kubagi bersama hujan sore ini. Kecuali satu. Dirimu yang datang sebagai bayangan dalam mimpiku.

***

Selalu ada aku
walau hanya dalam pejammu
selalu akan ada kamu
meski cinta sering tanpa temu.

***

Biar selalu ada dekap rindu menghangatkan
jangan pergi melebihi jauh harapanku
sebab hari yang bersamamu
kemenangan bagiku.

***

Dengan siapa kau malam ini? Aku yang sedang mengingatmu, tiba-tiba saja ingin menulis puisi sedih.

***

Di penghujung malam kita bertemu
lantas siapakah yang lebih merindu?
Sedang kita sama-sama terpaku.

***

Kita akan mengenang dan dikenang, tapi untuk saat ini biarkan aku menikmati waktu untuk mencintaimu dengan sebaik-baiknya.

***

Menatapmu, kekasih. Mendalami laut juga langit yang jauh. Mengapa bisa, aku tak mesti jatuh?

***

Tak banyak yang kuminta, beri aku beberapa kesedihan dan kebahagiaan. Nanti kuberi tahu, itu cinta atau bukan.

***

Tak bisa kupuitiskan rasa ini
aku hanya mencoba menilik diri, menyemai rasa.

***

Gerimis malam ini, kupeluk engkau dengan ribuan doa yang hangat, kujaga kau dengan setia dari rindu yang menyengat.

***

“Kerinduan barangkali serupa lelayang putus; berputar di udara, lalu terdampar di hatimu.”

***

Hiduplah seperti larik sajak, meski penuh duka lara, tapi tetap nikmat dibaca.

***

Sayang, hidangkan aku secangkir kopi. Tepat di saat jemari fajar kian hangat mengetuk jendela kita 


kata kata baper ke 6




Dengan derasnya cinta, kita tengah menikmati tarian riang sang kupu-kupu; sepagi ini, bersama gigil yang melengkapi.

***

Puan, bukankah cinta menyatukan, seperti kopi dan gula; terseduh menjadi rasa yang kita suka.

***

Bukan aku yang mulai tapi kita. Yang perlahan membuka hati setelah lama mati.

***

Bagaimana tahu soal bahagia
sedang dalam kesedihan saja
kita tak saling menguatkan.

***

Menangislah sayang, luruhkan dukamu
seperti kita; bahagia juga tak dicipta sendirian.

***

Dalam tiap senyummu
dalam tiap tetes air matamu
dalam lambaianmu
kutitipkan bahagiaku.

***

Takdirku bukan untuk memilikimu.
Tapi untuk mencintaimu; dengan bahagia.

***

Bahagia hanyalah omong kosong sebelum aku mengenalmu.


***

Kelak rupawan akan pudar pada wajah senja kita kekasih, tapi bahagia tak boleh padam sepanjang usia.

***

a-warni gincumu.

***

Dari senja ke senja kutempuh engkau dalam doa, sesederhana itu bahagia bertumbuh dalam dada.

***

Hangat kopi dan puisi yang kau tulis,
seperti membaca diriku yang lain,
cara agar aku percaya bahwa bahagia terbit lagi.

***



Kata Kata yang Bikin Baper
Senyummu adalah awal bahagiaku bermula
dan bersamamu telah kuakhiri segenap luka yang
.

***

Mungkin sapuan kuasku tak seindah cinta yang kaupuja.
Aku hanya bisa memberikan semua warna yang kumiliki di jiwaku.

***

Selamat pagi.
Apa kabar rindumu
masih sanggup menunggu
atau mulai bosan dengan dia yang ada di hatimu?

***

Ah, kau egois, kekanak-kanakan, mudah goyah.
Kadang kau juga tiran yang mencemaskan.
Membakar rinduku, merasuk sampai ke rusuk.

***

Mungkin kita tak sesempurna purnama,
namun cinta akan menemukan jalan untuk kita berbahagia.

***

Aku memesan batu di tengah sungai terjal yang deras. Kau entah memesan apa. Tapi kita berdua saja duduk.

***

Rindu itu selalu kamu,
sejuta bayang; semata wayang.

***

Aku ingin bersepi-sepi
karena pada tiap-tiap sepi
kutemukan dirimu lebih lama
dari biasanya.

***

Telah kutahan musim penghujan agar ingatan tak punya jalan pulang kepadamu. Tetapi cinta katamu; hangat yang tak perlu media penghantar, bahkan di ruang kosong hampa udara ia masih berpendar.

***

Hujan yang kerap membuat basah jalan kita, kini aku merindukannya. Sebab ternyata dengan udara dinginlah, jarak cukup rendah hati untuk setia merasa bersalah.

***

Kemarilah, kita baca sajak-sajak basah ini bersama. Seperti kunang-kunang kecil bersayap lengkap, tak takut pada lampu jalan yang berjasa membunuh lebih banyak gelap.

***

Oleh sorot matamu yang aduhai, susunan warna pelangi harus dilukis ulang karena terbuai.

***

Pada akhirnya, hanya sepoto ng sepi yang berani menjumpai. Dan rindu telah habis kata-kata untuk menemukanmu di ujung malam.

***

Betapa sederhananya kulihat engkau. Tersenyum di bibir orang-orang yang jatuh cinta.

***

Cinta, aku akan selalu mengingatmu: hujan, pelukan, dan ban sepeda motor kita yang bocor di perjalanan.


***

O ini rindu kusangkakan obat. Kutahan pahit-pahit sehari tiga, kutelan pagi benar sembuh, tak ayal malam berulang kambuh.

***

Aku ingin menceritakan kecemasanku dengan kata-kata biasa. Tapi ciumanmu, bahkan mampu menanggung kesepian dunia.


-sekian terima kasih-

Post a Comment

Kirim masukan dan kritikan